Proyek "Matahari Buatan" China, atau Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST), bertujuan mereplikasi proses fusi nuklir alami matahari untuk menghasilkan sumber energi bersih tanpa emisi karbon maupun limbah radioaktif jangka panjang,,. Pada Januari 2025, EAST mencatatkan sejarah dengan mempertahankan plasma bersuhu 100 juta derajat Celsius selama 1.066 detik, sebuah rekor dunia yang didukung oleh sistem pemanas dengan kekuatan dua kali lipat dari sebelumnya. Hingga Juni 2026, China telah mencapai 100 persen lokalisasi teknologi intimelalui penyelesaian magnet superkonduktor raksasa seberat 580 ton yang berfungsi menjaga plasma tetap terkurung di dalam ruang vakum agar reaksi fusi dapat berlangsung stabil. Walaupun pencapaian ini dinilai telah mencakup "80 persen perjalanan", para ilmuwan masih harus menghadapi tantangan integrasi komponen dan pengujian stabilitas operasional jangka panjang di bawah kondisi ekstrem demi mewujudkan target pembangkitan listrik pertama dari fusi nuklir pada tahun 2030.

Tertarik Untuk Menjadi Seperti Para Peneliti Proyek EAST?

Kenalan dengan Jurusan Nuclear Science and Engineering yuk! Jurusan ini berfokus pada pemanfaatan tenaga nuklir untuk menghasilkan listrik bebas karbon yang berkelanjutan, pengembangan isotop medis, dan perlindungan masyarakat dari bahaya radiasi. Program ini memadukan kurikulum akademis yang ketat dengan pengalaman praktis untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin di sektor energi bersih dan inovasi teknologi nuklir.

Pemerintah Indonesia melalui Dewan Energi Nasional (DEN) dan Kementerian ESDM menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial pertama di Indonesia mulai beroperasi pada kisaran tahun 2032 hingga 2034. Indonesia sangat gencar menjajaki teknologi SMR (Small Modular Reactor) atau reaktor modular kecil karena dinilai lebih adaptif, efisien, dan memiliki tingkat keselamatan generasi terbaru (Generasi IV) yang sangat tinggi.

Dalam mewujudkan ambisi ini, Indonesia tidak bekerja sendiri. Langkah strategis terus dilakukan dengan menjalin kerjasama global dengan Amerika Serikat dan Jepang, pemerintah sedang mematangkan pembentukan NEPIO (Nuclear Energy Program Implementing Organization), yaitu badan non-struktural yang direkomendasikan oleh IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) untuk mengomandoi dan mengawasi implementasi program PLTN nasional.

Maka dari itu, Indonesia sedangn membutuhkan banyak talenta muda untuk mendalami Teknologi Nuklir ini.

Apakah Kamu adalah Salah Satunya?

RIM Education siap memandu setiap langkahmu, untuk mendalami Nuclear Science and Engineering di universitas top dunia.

  • Major Mapping: Mendapatkan rekomendasi jurusan yang tepat berdasarkan minat pribadi, potensi diri, dan tren industri global.
  • Country & University Matching: Memilih universitas terbaik di berbagai destinasi seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, atau Australia yang memiliki program teknik nuklir unggulan.
  • Expert Guidance: Didampingi oleh konselor berpengalaman dalam persiapan dokumen aplikasi, personal statement, hingga pengurusan visa pelajar secara profesional.
  • English Preparation: Bimbingan intensif bersama para pengajar RIM English Center untuk meraih skor maksimal pada tes IELTS, TOEFL, atau SAT yang dibutuhkan.

Yuk konsultasi sekarang!