Optional Practical Training (OPT) adalah employment authorization sementara bagi mahasiswa F-1 yang eligible untuk bekerja dalam peran yang berkaitan langsung dengan major area of study. OPT bukan pekerjaan yang dijamin, bukan visa kerja permanen, dan tidak berarti semua mahasiswa F-1 otomatis eligible.[1]
Bagi calon mahasiswa, OPT perlu dipahami sejak memilih programme: hubungan pekerjaan dengan major, status F-1, rekomendasi Designated School Official (DSO), serta approval USCIS dapat menentukan apakah dan kapan pengalaman kerja praktis diperbolehkan.
Apa bedanya pre-completion dan post-completion OPT?
USCIS membedakan dua bentuk OPT. Pre-completion OPT dilakukan sebelum studi akademik selesai; mahasiswa yang telah memenuhi syarat dapat bekerja hingga 20 jam per minggu saat kuliah berlangsung dan full-time ketika sekolah tidak berlangsung. Post-completion OPT diajukan setelah menyelesaikan studi, dengan pekerjaan part-time setidaknya 20 jam per minggu atau full-time.[1]
Semua OPT harus terkait langsung dengan major. Waktu yang digunakan untuk pre-completion OPT juga mengurangi sisa periode post-completion OPT pada education level yang sama.[1]
Berapa lama OPT tersedia?
Mahasiswa F-1 yang memenuhi syarat dapat memperoleh hingga 12 bulan OPT pada setiap education level. ICE memberi contoh bahwa seseorang dapat memiliki 12 bulan pada bachelor’s level dan 12 bulan lagi pada master’s level, bila memenuhi ketentuan masing-masing.[2]
Ini bukan durasi otomatis. DSO perlu memberikan recommendation pada Form I-20, dan USCIS harus menyetujui Form I-765 lalu menerbitkan Employment Authorization Document (EAD) sebelum pekerjaan dimulai.[2]
Bagaimana dengan STEM OPT extension?
Lulusan degree tertentu di bidang science, technology, engineering, dan mathematics (STEM) dapat mengajukan 24-month STEM OPT extension setelah menerima post-completion OPT, apabila memenuhi syarat.[1][3]
Beberapa syarat utama yang disebut USCIS mencakup degree STEM yang qualifying, employment yang terkait degree tersebut, serta employer yang terdaftar dan menggunakan E-Verify. Mahasiswa dan employer juga memiliki kewajiban dokumentasi/training plan yang relevan.[1][3]
Jangan menyederhanakan STEM menjadi nama jurusan populer semata. Eligibility mengikuti degree dan daftar/programme yang berlaku, sehingga perlu dicek bersama DSO dan sumber resmi saat aplikasi.
Mengapa DSO dan EAD penting?
DSO membantu memastikan rekomendasi practical training masuk ke catatan SEVIS dan menerbitkan Form I-20 yang menunjukkan recommendation tersebut.[2] Untuk work authorization, mahasiswa mengajukan Form I-765 ke USCIS; USCIS menerbitkan EAD bila permohonan disetujui.[2]
Mahasiswa tidak boleh memulai pekerjaan hanya karena sudah menerima offer atau mengirim aplikasi. ICE secara jelas mengarahkan untuk menunggu EAD sebelum mulai bekerja.[2]
Checklist sebelum merencanakan OPT
- Pastikan pekerjaan atau training benar-benar terkait major area of study.
- Diskusikan eligibility, timeline, dan Form I-20 dengan DSO kampus.
- Periksa bagaimana pre-completion OPT dapat mengurangi post-completion OPT.
- Untuk STEM OPT, periksa degree, employer E-Verify, dan kebutuhan training plan yang berlaku.
- Jangan mulai bekerja sebelum memiliki work authorization yang tepat.
Artikel ini adalah konteks edukasi, bukan nasihat imigrasi, pekerjaan, atau jaminan approval. Untuk bantuan memilih programme Amerika Serikat dan menyiapkan dokumen admission, hubungi RIM Education.